Merontokkan Pidato

January 21, 2017 ilham gusti syahadat 0 Comments




" Merontokkan Pidato "

Digital Collage
January, 2017


Karyaku kali ini merupakan visualisasi dan apresiasiku kepada salah satu karya sosok yg cukup menginspirasiku, Wiji Thukul. Aku bekerja sama dengan SastraLintasRupa sebagai sumber materiku untuk membuat karya ini. Wiji Thukul merupakan salah satu perlambangan sosok perlawanan yang cukup berani pergerakannya melawan rezim Orde Baru di Indonesia. Memang aku tak mengenalnya, namun karyanya saja cukup untuk membuatku akrab dengannya. Hanya dengan memahami karyanya, cukup untuk membuatku merasakan Kebebasan. Penguasa memang tak pernah tau arti makna Kebebasan. Karyamu akan tetap abadi di lubuk sanubari kaum-kaum pencari Kedamaian. Hanya ada satu kata, LAWAN!


" Merontokkan Pidato "
berminggu-minggu ratusan jam
aku dipaksa
akrab dengan sudut-sudut kamar
lobang-lobang udara
lalat semut dan kecoa
tapi catatlah
mereka gagal memaksaku 
aku tak akan mengakui kesalahanku
karena berpikir merdeka bukanlah kesalahan
bukan dosa bukan aib bukan cacat
yang harus disembunyikan
kubaca koran
kucari apa yang tak tertulis
kutonton televisi
kulihat apa yang tidak diperlihatkan
kukibas-kibaskan pidatomu itu
dalam kepalaku hingga rontok
maka terang benderanglah
ucapan penguasa memang selalu dibenarkan
laras senapan!
tapi dengarlah
aku tak akan minta ampun
pada kemerdekaan ini 

( Wiji Thukul, 11 September 1996 )

You Might Also Like