Berbasis dari whatsapp group tidak membuat kami lantas merasa terbatas karena tidak setiap kali dapat bertemu satu sama lainnya dan membuat karya kolaborasi adalah salah satu cara kami agar tetap saling terhubung Kolase Estafet adalah sebuah metode kolaborasi yang kami kerjakan sejak awal Collage ID terbentuk ditahun 2016.Kami bergerak, berproses dan tumbuh bersama.
Karya Kolase ini adalah hasil dari kolase estafet yang kami kerjakan, “KOLABORASI BUKAN KOMPETISI” #4 Berikut adalah sejumlah seniman kolase yang terlibat;
Acrylic, Analog Collage & Pen On Paper February, 2021
Ekosistem – Makhluk hidup. Berjalan jutaan tahun. Warisan leluhur agung.
Berjalan yang kuat bertahan yang lemah dimangsa. Pergerakan dinamis dari tata
surya. Ekosistem.
Acrylic, Analog Collage On Paper & Digital Collage
April, 2020
Dahinter - Dibelakangnya. Tahun beranjak kelam. Beban semakin berat dilalui sendiri. Di pulau terluar dengan ancaman dari dunia yang menjadi santapan. Hiruk pikuk kegiatan sehari-hari. Disebuah sisi cahaya tetap bermekaran. Beberapa penguasa berencana. Lalu mengambil taktik dan kembali membinasakan.. Dibelakang tangan bersembunyi. Dahinter.
Acrylic & Analog Collage on Paper, Digital Collage
April, 2019
Bedrohungen - Ancaman. Kita adalah pemangsa. Siapa kamu? Penista? atau Ekstrimis Partai? Aku dan kita tak peduli itu. Satu yang kita tau, kau berbeda maka ku enyahkan kau. Begitu indahnya makhluk, yang dicipta untuk membunuh. Manusia kecil yang tinggal di kaki bersiap untuk dinjak lalu ditendang. Berlomba dengan waktu, ancaman menghujani manusia dari manapun. Jutaan perspektif tumbuh dan dibangun diantara-Nya. Semua harus seragam dan patuh. Terpujilah bajingan yang agung. Bedrohungen!
Ego - Dirimu. Ego mu tinggi. Lainnya tertimpa bencana. Semua milikmu. Terus meminta, lagi dan lagi. Semesta pun mungkin hanya seperti debu. Ego ku tak mau mengalah. Aku terus mencari kebenaran, lelah hanya makanan ringan. Aku diremehkan. Lalu aku beri mereka jawaban. Ego.
Escape - Beban adalah Aku. Aku lari mencari rumah baru yang luas. Banyak tempat dan banyak pahala. Tuhan menyediakan banyak tempat, dan aku berlari mencarinya. Pergi, aku diusir dan melarikan diri. Escape!
Astroworld - Dunia-Nya. Aku dilahirkan di Astroworld. Dimana dunia penuh kekacauan tempat manusia hidup dalam mimpi. Jatuh dan dihancurkan oleh duniawi. Berendam di lautan penuh dosa lalu membasuhnya dengan nafsu. Aku dijatuhkan oleh dunia. Lalu dibangkitkan kembali oleh birahi. Aku kalah, jatuh, dan subur kembali. Astroworld!
T0uR - Perjalanan. Mencari siapa aku. Kenapa aku di semesta ini. Jati diri. Mengembara ke ribuan imaji. Lalu kutemukan mereka. Membuat ku birahi. Mereka menyukainya. Begitu juga denganku. Kumakan dosa, lalu egera terbakar imanku. Kepalaku dipenggal lalu kuberjalan menuju-Nya.
Maiden - Kesucian. Teruntuk gadis kecil di dunia yang hina ini. Buka penutupmu, biar kulihat dirimu. Jaga baik-baik lubang itu, jauhkan dari lelaki dan iblis yang hina itu. Semesta memberkati dan dibuatkan jalanmu menujuku. Niscaya kau kembali putih dan kita tinggal di alam serba suci dan penuh kenafsuan tiada henti itu. Kemarilah, kudekap dengan seluruh tubuhku dan iblis akan menemani kita untuk selamanya. Maiden.
Acrylic & Analog Collage On Paper, Digital Collage
September, 2018
Plot - Cerita. Berawal dari bocah suci. Bertumbuh melihat hal baru. Mekar menjadi bunga. Lalu dihancurkan dan diluluh lantahkan. Berlomba mencari sesuatu, tapi mereka tak tahu. Dari sisi lain iblis dan sang penguasa mengawasinya. Sebuah kisah, tentang makhluk yg muda lalu menjadi tua dan mati mencari sebuah harta dunia. Korban dan kemalangan selalu bersama mereka. Tuhan yang bisa menyelamatkan mereka.
Growth Machine - Tempat membunuhmu. Tubuh aslimu dipotong menjadi beberapa bagian. Kemaluanmu mereka jadikan koleksi di perapian. Dipuja dan diberi keberuntungan. Kepala mu dijadikan pajangan diatap rumah. Warga sekitar melihatmu. Tanganmu dijadikan penyangga salah satu perabot disana. Kakimu disimpan. Kakimu adalah harta paling berharga. Ya, semua kakimu. Mesin ini berjalan dengan semua kayuhan dari kakimu. Hasilnya akan keluar sebuah biji. Larva yang siap mengolahmu menjadi makhluk paling hina dimuka bumi ini. Cepat kembali jika kau sudah dewasa nanti, Ya, mesin ini adalah tuanmu.
Binnenste - Batinku. Aku hanya punya luka. Tiap hari ku memikirkan Tuhanku. Berharap kehancuran membawaku terbang menjauh. Batinku tersiksa, bergejolak menolak lupa dan bahagia. Batinku bersama iblis, yang terbang membawaku ke nerakanya. Mekar, terbang, dan musnahlah. Binnenste.
Acrylic & Analog Collage On Paper, Digital Collage
May, 2018
Terlena Zaman - Zaman edan. Pergerakan Zaman cepat secepat kilat. Perlombaan memperbarui diri. Jati diri bukan sebuah kepribadian. Aku adalah aku. Aku adalah setan!
Acrylic & Analog Collage On Paper, Digital Collage
April, 2018
Progress - Pertumbuhan. Aku lahir tanpa dosa. Aku, kamu, kita, dan semua adalah kesucian. Bertumbuh dari kegelisahan, perlahan tinggi dan terbang. Hanya butuh satu tetes saja, maka kita terlahir kembali.
Acrylic & Analog Collage On Paper, Digital Collage
April, 2018
Wake Up - Kebangkitan. Aku jatuh dalam kehancuran. Tenggelam dalam kegelapan. Bangkit dari reruntuhan. Aku bangun. Cahaya menurunkan darah. Kuminum semua darahnya, lalu menjadi manusia super. Kubangun kembali jiwaku. Wake up!
Pen, Acrylic, Crayon On Paper, Analog Collage On Paper, Digital Collage
April, 2018
Sacrifice & Putrefied - Pengorbanan & membusuk. Berkorban lah untuk membusuk. Korban kan segalanya untuk bangsa, hilang sudah harga dirimu ditangan pemimpin yang begitu bangsat. Banyak orang berkorban, demi cinta, demi orang tuanya, demi tanah airnya, semua hanya gula. Pemakan bangkai akan senang melihatmu. Membusuk dan makan kembali bangkaimu. Ilmu yang begitu berat untuk jiwa muda yang menapak kan kakinya di alam semesta. Sacrifice & Putrefied!